KAJIAN SENI RUPA DAN DESAIN 1
KAJIAN SENI RUPA DAN DESAIN
Kajian pada dasarnya itu adalah mengkaji, menelaah atau juga mengamati dan menganalisa. Apa sih yang akan kita kaji kali ini tentu saja seni rupa dan desain, seni rupa itu merupakan cabang dari sebuah salah satu seni yang ada, kenapa sih seninya itu disebut seni rupa? Ya karena bisa dirasakan oleh indrawi yang bisa kita rasakan lewat mata kita sendiri atau dirasakan juga dengan jiwa. Lalu apa yang dimaksud desain disini? Desain disini dimaksud dari cabang kesenian dan merupakan bagian seni rupa.
Didalam mata pelajaran kajian seni rupa itu tugas kita adalah untuk mengupas, apa sih yang akan kita kupas sekarang? Ya, objek seni rupa ini. Untuk diamati, dicermati, dikaji dan dipaparkan dengan cara merinci apa yang ada didalam seni rupa ini. Mengupas seni rupa bisa juga kita lakukan melalui dari aspek psikologi, salah satunya adalah membedah dan membahas warna. Sugesti juga bisa diberikan dalam sebuah garis atau bentuk posisi warna dengan perspektif lainnya untuk mengkaji seni rupa. Lalu kenapa sih kita harus mengkaji seni rupa itu? Jika kita ingin mengkaji seni rupa maka kita memerlukan sebuah seni itu sendiri atau bisa disebut dengan karya seni rupa. Sepert lukisan, patung, seni kriya dan lainnya.
Kenapa semua seni rupa yang disebutkan tadi hadir didalam hidup kita sih? Ya karena seni rupa itu diciptakan oleh seniman. Kenapa disebut seniman? Karena merekalah yang dapat menciptakan sebuah seni dan karena seniman itu manusia maka mereka memiliki sebuah emosional (perasaan) dan kognitif (berpikir). Dari dua instrument itulah manusia bisa menciptakan sebuah seni dan memiliki cita rasa, karena jika kita membuat seni tidak memiliki cita rasa maka seni itu tidak bernilai atau tidak bermakna. Makna itu adalah nilai hidup dan jika kita tidak memiliki makna maka kita tidak akan bisa hidup seperti normal lainnya dan kita bisa disebut dengan binatang yang hanya bisa makan, minum, dan buang air saja, mereka yang tidak memiliki makna tidak bisa Bahagia, bersosialisasi dan merasakan kasih sayang.
Manusia selalu berburu, mereproduksi, memproduksi dan memperoleh makna dan itu telah disampaikan secara jelas oleh Ki Hajar Dewantara yang berbunyi “CIPTA, RASA, KARSA, KARYA”. Manusia Ketika menerima stimulus maka pikirannya, perasaannya akan bergetar, didalah sebuah filsafat ini bisa kita sebut momen estetika. Disuatu titik dimana sesuatu bisa menggetarkan keindahan, mendorong cipta rasa untuk meciptakan sesuatu dengan Bahasa, symbol, wawasan, keterampilan. Dan itu semua tadi mereka jadikan sebuah karya seni, dari karya seni itulah yang akan menjadikan makna baru dari seorang seniman. Contohnya seperti yang kita alami sekarang yaitu dengan adanya pandemic COVID-19 maka seorang seniman akan menjadi terasa cemas dan akan mewujudkan atau menuangkan kecemasannya itu dalam sebuah karya seperti melukis, menciptakan lagu yang berhubungan dengan pandemic. Oleh karena itulah maka muncullah sebuah stimulus baru terhadap penikmatnya, tentang perasaanya terhadap pandemic COVID-19 yang kita hadapi sekarang ini.
Stimulus segala sesuatu yang ada dalam kehidupan kita yang mempengaruhi hidup kita kehidupan manusia untuk memberikan makna, penafsiran dan kesimpulan-kesimpulan yang ada dan oleh karena itu maka kesimpulan tersebut akan mendorong kita melakukan segala sesuatu seperti menulis, membuat karya seperti tarian, lagu, film documenter, lukisan, patung dan lain-lain. Jadi kenapa kita harus mengkaji karya seni rupa dan desain adalah untuk pengembangan sejarah dan seni rupa itu seperti apa bentuknya.
ANDIKA KRISSANTO
201946500026

Komentar
Posting Komentar