KAJIAN SENI RUPA DAN DESAIN 7
Mengulas Penanda dan Tinanda
Sign/tanda adalah representasi dari sebuah objek yang menyiratkan hubungan antara dirinya dan objeknya. Sebuah tanda alam beruang hubungan kausal kepada para objek misalnya, petir adalah tanda akan datangnya badai. Tanda konvensional menandakan dengan kesepakatan , sebagai titik menandakan akhir kalimat.
Banyak di dalam kehidupan sehari-hari kita melihat banyak tanda di dalam lalu lintas seperti tanda berhenti, hati-hati, sampai tanda berhenti. Ada juga suatu peristiwa yang ditandai oleh tanda atau banyak tanda lainnya yang ada disekitar kita setiap harinya. Jadi masyarakat selalu bertanya tanya di dalam kepalanya “apa sih yang dimaksud tanda?”. Kajian semiotika itu meliputi banyak hal terkait tanda-tanda tersebut sehingga banyak masyarakat berasumsi bahwa semiotika hanya meliputi tanda visual saja. Sebenarnya banyak tanda yang ada dalam sebuah kata, bunyi, Bahasa tubuh, foto bahkan lukisan. Semua itu memiliki Bahasa tandanya tersendiri.
Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda, tetapi tidak hanya merujuk pada tanda dalam percakapan sehari-hari saja, karena juga meliputi bentuk lain seperti kata, gambar, suara, Gerakan, dan objek. Pengertian tanda Menurut Peirce (1931) adalah something which stands to somebody for something in somerespect or capacity. Kemudian Peirce juga mengatakan every thought is a sign.
Van Zoest (1993) memberikan lima ciri dari tanda yaitu:
1. Tanda harus dapat diamati agardapat berfungsi sebagai tanda.
2. Tanda harus ‘bisa ditangkap’ merupakan syarat mutlak.
3. Merujuk pada sesuatu yang lain, sesuatu yang tidak hadir.
4. Tanda memiliki sifat representatif dan sifat ini mempunyai hubungan langsung dengan sifat Inter-Pretatif.
5. sesuatu hanya dapat merupa-kan tanda atas dasar satu dan lain.
SEMIOTIK
Semiotik atau semiotika diambil kata dari Bahasa Yunani yang berarti “semeion yang berarti tanda”. Istilah dalam kata semeion sepertinya diturunkan dari kedokteran hipokratik atau asklepiadik dengan menaruh perhatian pada simtomatologi dan diagnostic inferensial (Sobur, 2004:95). Semiotik adalah sebuah cabang ilmu yang didalamnya kita dapat mempelajari luasnya objek, peristiwa, dan seluruh kebudayaan sebagai tanda-tanda yang ada. Tokoh ahli sastra yaitu Teew (1984:6) yang mendefinisikan semiotik adalah tanda sebagai sebuah tindakan komunikasi dan yang kemudian di sempurnakan menjadi model sastra yang mempertanggung-jawabkan semua faktor yang ada dan aspek hakiki untuk pemahaman gejala sastra sebagai alat komunikasi yang khas di dalam masyarakat mana pun.
Ada dua tokoh ahli dalam ilmu semiotika modern yaitu Ferdinand de de Saussure yang berasal dari Swiss dan Charles Sanders Peirce yang berasal dari Amerika yang dimana mereka berdua telah mewarnai analisi semiotika modern. Sebenarnya ada berbagai macam jenis semiotika, untuk saat ini setidaknya terdapat Sembilan macam semiotika yang dikenal yaitu :
1. Semiotik analitik, analitik merupakan semiotik yang menganalisis sistem tanda.
2. Diskriptif, semiotik yang memperhatikan sistem tanda yang dapat kita alami sekarang meskipun ada tanda yang sejak dahulu tetap seperti yang disaksikan sekarang.
3. Faunal zoosemiotic, merupakan semiotika yang khusus memperhatikan system tanda yang dihasilkan oleh hewan.
4. Kultural, semiotik yang khusus menelaah sistemtanda yang ada dalam kebudayaan masyarakat.
5. Naratif, semiotik yang membahas sistem tanda dalam narasi yang berwujud mitos dan cerita lisan.
6. Natural, semiotik yang khusus menelaah sistem tanda yang dihasilkan oleh alam.
7. Normatif, semiotik yang khusus membahas sistem tanda yang dibuat oleh manusia yang berwujud norma-norma.
8. Social, semiotik yang khusus menelaah sistem tandayang dihasilkan oleh manusia yang berwujud lambang, baik lambang kata maupun lambangrangkaian kata berupa kalimat.
9. Structural, semiotik yang khusus menelaah system dan tanda yang dimanifestasikan melalui struktur bahasa.
Semiotika menurut para ahli
Ferdinand de Saussure, tanda adalah kesatuan dari dua bidang yang tidak bisa dipisahkan. Di mana ada tanda di sana ada sistem. Artinya sebuah tanda (verbal non verbal) mempunyai dua aspek yang di tangkap oleh kedua indra kita yakni:
1. pertama signifier (bidang penanda atau bentuk) penanda yang terletak pada tingkatan ungkapan (level of expression) yang memiliki wujud seperti bunyi, huruf, kata, gambar dan sebagainya.
2. kedua signifiend (bidang penanda atau konsep atau makna) penanda yang terletak pada tingkatan isi atau gagasan (level of content) apabila hubungan antara tanda dan yang diacu terjadi, maka dalam benak orang yang melihat atau mendengar akan timbul pengertian.
Charles Sanders Peirce, terkenal akan teori tandanya. Di dalam lingkup semiotika, Pierce sebagaimana dipaparkan Lechte, seringkali mengulang-ulang bahwa secara umum tanda adalah yang mewakili sesuatu bagi seseorang. Berdasarkan objeknya, Pierce membagi tanda yaitu:
1. icon (ikon),
2. index (indeks), dan
3. symbol (simbol).
Dijelaskan, ikon adalah hubungan antara tanda dan objek atau acuan yang bersifat kemiripan; misalnya, potret dan peta. Indeks adalah tanda yang menunjukkan adanya hubungan alamiah antara tanda dan pertanda yang bersifat kausal atau kenyataan. Contoh, asap sebagai tanda adanya api. Simbol adalah tanda menunjukkan hubungan alamiah antara penanda dan pertandanya.
Charles Morris, merumuskan tiga dimensi dalam analisis Semiotika, yang terdiri dari:
1. dimensi Sintaktik,
2. Semantik, dan
3. Pragmatik.
Piliang mengatakan, bahwa klasifikasi Morris menjadi sangat penting dalam konteks penelitian desain, karena ia mengidentifikasi tingkat sebuah penelitian, apakah tingkat sintaktik (struktur dan kombinasi tanda), tingkat semantik (makna sebuah tanda) atau tingkat pragmatic (penerimaan dan efek tanda pada orang atau masyarakat penerima tanda).
Van Zoest, mengatakan bahwa semiotik meneliti karakter, penggunaan karakter, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan karakter. Berbicara tentang penggunaan semiotik tidak dapat dipisahkan dari pragamatik, yaitu mengetahui apa yang harus dilakukan dengan tanda-tanda dan reaksi manusia apa yang ada ketika berhadapan dengan tanda-tandaANDIKA KRISSANTO
201946500026
Komentar
Posting Komentar